259 Caleg Akan Bertarung Merebut 25 Kursi DPRD Kabupaten Asmat

Tribun Arafura

AGATS, Tribun-Arafura.com — Sebanyak 259 Calon Anggota Legislatif (Caleg) yang namanya telah dirilis KPU Kabupaten Asmat dalam Daftar Calon Tetap (DCT) per 20 September 2018 akan bertarung di Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 mendatang. Mereka akan memperebutkan 25 kursi DPRD Kabupaten Asmat, Papua.

Ke-259 Caleg ini diusung oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Gerakan Indonesia Raya (GERINDRA),  Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Golongan Karya (GOLKAR), Partai Nasional Demokrat (NASDEM), Partai GARUDA, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Persatuan Indonesia (PPI), Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Hati Nurani Rakyat (HANURA) dan Partai Demokrat.

Kabupaten Asmat terbagi dalam 3 Daerah Pemilihan (Dapil). Dapil Asmat 1 memiliki kuota 11 kursi terdiri dari 8 distrik yaitu distrik-distrik Agats, Akat, Jetsy, Unir Sirau, Sawa Erma, Joerat, Pulau Tiga dan Suru-Suru.

Dapil Asmat 2 memiliki kuota 7 kursi terdiri dari 9 distrik yaitu distrik-distrik Atsy, Kolf Braza, Betcbamu, Sirets, Suator, Ayip, Jutu, Awyu…

Lihat pos aslinya 104 kata lagi

Iklan

Mahasiswa Papua Tewas Digorok di Semarang Jawa Tengah

Tribun Arafura

SEMARANG, Tribun-Arafura.com — Seorang Mahasiswa Papua kota studi Semarang bernama Dominikus Liborius Awi (23 tahun) ditemukan tewas di Kawasan Industri Terboyo Blok D – 18 Kel. Trimulyo Kec. Genuk Kota Semarang, Jawa Tengah pada Selasa (26/02) kemarin sekitar pukul 08.30 WIB.

Saat ditemukan, kondisi jasad korban sangat mengenaskan dengan luka gorok pada bagian leher. (Lihat Foto : Dominikus Liborius Awi Korban Pembunuhan Sadis di Semarang)

Data rekaman CCTV yang dirilis pihak Kepolisian setempat menyebutkan korban tewas setelah kepalanya dipukul menggunakan benda keras dan lehernya digorok menggunakan pisau cutter. Dari rekamam CCTV diketahui bahwa pelakunya berjumlah dua orang.

Saksi Ridwan bin Chalil Madadi (57 tahun), Satpam SPBU Trimulyo kepada Polisi menjelaskan, pada Selasa (26/02) pagi sekitar pukul 06.00 WIB saat sedang olah raga bersepeda dari arah Selatan ke Utara tepatnya di depan PT Sungai Budi melihat tiga orang berboncengan sepeda motor dari arah yang bersamaan dengan posisi korban berada…

Lihat pos aslinya 200 kata lagi

Di Merauke Seorang Pemuda Tewas Dibacok Sekelompok Orang Mabuk

Tribun Arafura

MERAUKE, Tribun-Arafura.com — Korban akibat Minuman Keras terus berjatuhan di Merauke, sebuah wilayah di Selatan Papua yang pernah dinobatkan sebagai Istana Damai. Pada dini hari tadi, Minggu (21/01) sekitar pukul 03.30 WIT, seorang Pemuda bernama Frederikus Masan Kaitemu (31 tahun) ditemukan tewas mengenaskan dengan sejumlah luka bacok di bagian leher sebelah kanan dan punggung.

Korban yang ditemukan tewas bersimbah darah di Jl. Polder Muting Kelurahan Maro Distrik Merauke, diduga dianiaya sekelompok orang mabuk yang sebelumnya berpesta di Jl.Mangga Dua Kimaam, Kelurahan Kelapa Lima Distrik Merauke.

Jenazah korban ditemukan oleh Lewi Nariari dan Stefanus Manda, buruh bangunan yang saat ini sedang diperiksa sebagai saksi di Polres Merauke.

Polisi yang melakukan olah TKP menemukan barang bukti berupa sebuah parang Tramontina dan parang stenlis yang sudah dimodifikasi berbentuk Gerigi, sebuah baju dan topi warna hitam dan 4 buah botol air mineral bekas minuman keras jenis Sopi.

Dari data yang dihimpun media ini, didapati…

Lihat pos aslinya 124 kata lagi

Relawan LE for Papua Wilayah Ha Anim Minta Kriminalisasi Terhadap Gubernur Papua Dihentikan

Tribun Arafura

MERAUKE, Tribun-Arafura.com — Koordinator Wilayah (Korwil) Ha Anim Relawan LE for Papua, Everistus Kayep meminta aparat penegak hukum untuk menghentikan kriminalisasi terhadap Gubernur Papua Lukas Enembe karena diduga merupakan upaya pembunuhan karakter pemimpin Papua.

Dia menduga, sejumlah kasus yang dikaitkan dengan Gubernur Papua belakangan ini merupakan bagian dari upaya jahat mematikan emansipasi orang Papua dengan cara lebih dulu membunuh karakter para pemimpin tanah ini.

“Mematikan proses emansipasi OAP dalam konteks NKRI biasa dimulai dengan membunuh karakter pemimpin Papua dengan maksud karakter masyarakat Papua ikut menjadi rapuh dan mudah ditaklukkan,” kata Kayep kepada Tribun-Arafura.com, Minggu (17/09).

Kayep mengatakan, filosofi ‘Ikan selalu membusuk mulai dari kepala’ benar-benar dipraktekkan dan sudah menimpa banyak Pemimpin Papua yang dikenal populer. Kepala sengaja dibuat busuk dengan harapan seluruh anggota tubuh ikut menjadi busuk dan tidak berguna.

“Contoh di Komunitas Ha Anim adalah kasus Souvenir Kulit Buaya dan beberapa kasus lain yang dijadikan alasan untuk membunuh…

Lihat pos aslinya 224 kata lagi

Pilkada Merauke : Selisih Perolehan Suara Diatas 2 Persen, Pintu MK Tertutup Bagi Penggugat

Tribun Arafura

Tribun-Arafura.com, Merauke — Pintu Mahkamah Konstitusi (MK) dipastikan tertutup bagi penggugat Pilkada Kabupaten Merauke 2015 karena selisih perolehan suara Pasangan Frederikus Gebze, SE, M.Si – Sularso, SE dan Pasangan Drs. Romanus Mbaraka, MT – Sugiyanto, SH, MM tercatat diatas 2%.

Hal ini sejalan dengan Pasal 158 Ayat (2) Huruf a Undang-Undang Republik Indonesia  Nomor 8 Tahun 2015 yang menyebutkan, “Kabupaten/Kota dengan jumlah penduduk sampai dengan 250.000 (dua ratus lima puluh ribu) jiwa, pengajuan perselisihan perolehan suara dilakukan jika terdapat perbedaan paling banyak sebesar 2% (dua persen) dari penetapan hasil perhitungan perolehan suara oleh KPU Kabupaten/ Kota.” (Baca : Undang-Undang Republik Indonesia  Nomor 8 Tahun 2015).

Data rekapitulasi perolehan suara sementara oleh KPU di laman Pilkada2015.kpu.go.id/meraukekab sampai dengan pagi ini menunjukkan, Pasangan Frederikus Gebze, SE, M.Si – Sularso, SE memperoleh 58.255 suara atau 63,45% sedangkan Pasangan Drs. Romanus Mbaraka, MT – Sugiyanto, SH, MM memperoleh 33.562 suara…

Lihat pos aslinya 308 kata lagi

Ini Ajakan Uskup Aloysius Murwito Menyambut 50 Tahun Keuskupan Agats

Tribun Arafura

AGATS, Tribun-Arafura.com — Uskup Mgr. Aloysius Murwito, OFM mengajak umat Katolik di Keuskupan Agats untuk tidak hanya melakukan karya rohani tetapi bertindak secara nyata demi kesejahteraan bersama.

Ajakan ini disampaikan Uskup Aloysius dalam rangka menyambut tahun Jubelium Keuskupan Agats yang pada 23 November 2019 mendatang genap berusia 50 tahun. (Baca : Keuskupan Agats Menyongsong Jubelium Agung Tahun 2019).

“Dalam rangka merayakan 50 Tahun Keuskupan Agats, maka pada tahun 2018 ini, saya mengajak umat untuk tidak hanya melakukan karya rohani tetapi bertindak secara nyata demi kesejahteraan bersama,” ajak Uskup Aloysius.

Lebih lanjut Uskup Aloysius mengajak umat untuk mewartakan karya keselamatan Tuhan secara nyata melalui pemberdayaan ekonomi, kesehatan, pendidikan, perjuangan HAM, budaya dan bidang jasmani lainnya.

Perayaan 50 Tahun Keuskupan Agats dicanangkan oleh Uskup Agats Mgr. Aloysius Murwito OFM pada 5 Maret 2017 lalu di Agats.

Keuskupan Agats berdiri pada tanggal 23 November 1969. Saat ini Keuskupan Agats terdiri dari…

Lihat pos aslinya 120 kata lagi

LMA Provinsi Papua Bangun Sekolah Penerbangan di Biak

Tribun Arafura

Tribun-Arafura.com, Biak — Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Provinsi Papua bekerja sama dengan Mandiri Utama Flight Academy (MUFA) dan Pemerintah Kabupaten Biak Numfor membuka Sekolah Penerbangan di Biak, Papua.

Sekolah Penerbangan pertama di Tanah Papua yang dikhususkan untuk mendidik putra-putri Papua menjadi Penerbang ini diresmikan oleh Staf Khusus Presiden Republik Indonesia Lenis Kogoya di Biak, Selasa (23/02) kemarin.

“Ini sebuah sejarah karena selama ini Papua selalu dianggap masih terbelakang. Namun mulai hari ini kita akan terus maju ke depan dengan ditandai hadirnya sekolah Pilot di Biak,” kata Lenis dalam sambutannya di VIP Room Bandara Frans Kaisiepo.

Staf Khusus Presiden RI yang juga Ketua LMA Provinsi Papua itu mengatakan, Sekolah serupa akan dibangun di berbagai Kabupaten lain di Tanah Papua bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten setempat.

“Sekolah Pilot di Biak merupakan program awal. Pendidikan serupa akan dibuka juga di daerah lain seperti Nabire, Wamena, Mimika, Sorong, Manokwari dan Merauke,” ujar Lenis Kogoya.

Lihat pos aslinya 162 kata lagi

4 Tahun Gurita Raskin Merauke, Fransiskus Ciwe : Kita Akan Minta Polisi Buka Kembali Kasus

Tribun Arafura

MERAUKE, Tribun-Arafura.com — Fransiskus Ciwe, Ketua Solidaritas Intelektual – Masyarakat Marind Peduli Demokrasi dan Anti Korupsi di Merauke mengatakan, pihaknya akan meminta Polisi untuk membuka kembali kasus korupsi beras miskin di Merauke yang dikenal dengan julukan Gurita Raskin Merauke. Langkah ini dilakukan dalam rangka memperingati HUT Gurita Raskin Merauke ke-4, 21 Juli 2015 – 21 Juli 2019.

“Ini kan bagian dari rangkaian acara HUT Gurita Raskin yang ke-4 tahun, hari Senin kita akan ke Polisi minta untuk kasus ini dibuka kembali,” kata Fransiskus Ciwe kepada Tribun-Arafura.com, Jumat (21/06/19).

Kasus Gurita Raskin Merauke bermula ketika tahun 2012 lalu muncul inisiatif Bupati Merauke saat itu, Romanus Mbaraka, untuk mengalokasikan Raskin Cadangan Pemda yang mulanya akan diperuntukan untuk kelompok-kelompok Masyarakat yang tidak tersentuh, seperti di Panti Asuhan dan korban Bencana Alam. Tetapi, kebijakan ini tidak dituangkan dalam instrumen kebijakan yang sah, misalnya dituangkan dalam Perda atau Perbup.

Baca juga : Ini Kisah…

Lihat pos aslinya 101 kata lagi

50 PSK Eks Tanjung Elmo Kini Ditampung di Boven Digoel, Bupati Tutup Mata

Tribun Arafura

TANAH MERAH, Tribun-Arafura.com — Lokalisasi Tanjung Elmo di Kampung Asei Kecil, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua yang menampung 135 Pekerja Seks Komersial (PSK) resmi ditutup pada tahun 2015 lalu oleh Menteri Sosial dan bupati Jayapura Mathius Awoitauw. Tetapi para PSK tidak pulang ke kampung halamannya di Pulau Jawa, walaupun mereka sudah diberi tiket Rp. 10 Juta per PSK. Mereka tetap melanjutkan profesinya di berbagai panti pijat dan hotel yang bertebaran di Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura. Beberapa diantaranya, dengan di-back-up kelompok tertentu, pergi melanjutkan bisnis prostitusi ke kabupaten lain di Papua dan Papua Barat.

Sebanyak 50 dari 135 PSK Eks Tanjung Elmo itu kini aktif melanjutkan bisnis prostitusi di Tanah Merah, Ibukota Kabupaten Boven Digoel, Papua. Keberadaan mereka terlacak oleh Dinas Kesehatan Provinsi Papua. Data ini dibeberkan Kepala Seksi HIV/AIDS dan IMS Dinkes Papua, dr Rindang P. Marahaba di Jayapura beberapa waktu lalu.

Di Tanah Merah Boven Digoel…

Lihat pos aslinya 644 kata lagi

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

Buat situs web Anda di WordPress.com
Memulai